Lima Tahun Part 2 : Kasmaran

Hai kembali ke lagi di Modern Fairytale part 2 🙂

Tama gak masuk sekolah untuk sekitar dua mingguan. Dia pergi umroh bareng sama kedua orang tuanya. Sebelum Tama berangkat, dia sempat menelpon aku sebentar terus Tama bilang, “Aku pamit dulu, kamu hati-hati. Jangan selingkuh ya!”, dan dia sambil ketawa-ketawa bilangnya. Aku disebrang telepon cuma senyum-senyum sendiri. Selama dua minggu, yang aku rasakan adalah merindukannya. Mungkin karena aku gak terbiasa kalau gak ada dia di kelas. Rasanya kayak ada yang kurang saat gak ada dia di bangku belakang sendiri. Entah perasaanku telah melampaui batas atau aku sudah benar-benar lupa pijakan, aku bahkan sampai menangis saat merindukannya. Kebiasaan selalu ketemu dia, sekalinya cuma pisah selama dua minggu dan kabar dari dia juga jarang-jarang, aku sampai galau. Galau maksimal. 

Dua minggu berlalu dan dia telah kembali masuk sekolah. Aku seneng banget dia sudah masuk sekolah lagi. Beberapa hari kemudian ada Festival Malang Tempoe Doeloe (MTD). MTD berlangsung selama empat hari di bulan Mei dalam rangka merayakan ulang tahun Kota Malang. MTD dilaksanakan di sepanjang jalan Ijen. Dipinggir jalan penuh dengan aneka ragam makanan, minuman, barang, kesenian, musik yang semuanya bertema tempo dulu. Orang-orang berjalan berlalu-lalang di sepanjang jalan Ijen dan terasa seperti kembali ke masa dimana Kota Malang masih di jaman Belanda. Aku sudah janjian sama Tama dan teman-teman satu kelas sehari sebelumnya untuk dateng ke MTD. Di hari H acara MTD, sore hari setelah pulang sekolah Tama jemput aku buat berangkat bareng ke MTD. Kita pake baju batik couple yang waktu itu dikasih sama Tama. Kebetulan banget kita sama-sama maduin baju itu sama warna putih. Selama di acara MTD, Tama gandeng tanganku. Kita muter-muter dan jalan-jalan sepanjang jalan Ijen dari sore hingga malem dan Tama terus gandeng tanganku. Ketika pengunjung MTD semakin membeludak dan keadaan MTD semakin sesak, Tama tetep gandeng tanganku. Selama di MTD, aku merasa dilindungi. Sepulang dari MTD, semua perasaanku semakin melayang tanpa arah.

Hari-hari berjalan dengan sangat manis. Waktu berlalu tanpa pahit sedikitpun. Tama selalu memberiku kalimat-kalimat romantis. Ketika kita saling membicarakan perasaan masing-masing kita, Tama bilang, “Aku akan berusaha menjaga semua harapanmu. Kamu tau? Aku sangat takut kehilangan kamu. I love you“. Lalu aku bilang, “Please, keep it well”. Aku luluh mendengar semua apa yang dia katakan kepadaku. Ada ya cowok semanis ini. Diabetes akut aku dengernya. Juga sebagai pesan penghantar tidur, Tama bilang, “Kita harus saling melengkapi, biar pas, gak berongga dan kurang. Tenang aja, aku selalu ada disana, di hatimu. Aku bakal nemenin kamu sampai kamu tidur”. Aku selalu tidur dengan keadaan yang bahagia karena Tama setiap hari mengantar tidurku dengan banyak kata manis dan kalimat sayang lainnya.

Di suatu malam, aku dan Tama saling membicarakan tentang kerinduan kita. Lalu aku tanya, “Tama, kamu gak bosen bilang sayang sama aku?”. Tama jawab, “Aku gak akan bosen buat bilang aku sayang kamu, aku kangen kamu, aku cinta kamu!”. Sekali lagi, manis. Aku bisa mengisi setiap lembaran diaryku hanya dengan Tama, Tama, dan Tama. Menuliskan tentang Tama sangat menyenangkan untukku. Seakan aku ingin mengabadikan setiap hal manis yang telah dia ucapkan atau dia perbuat kepadaku.

Empat bulan sudah hubungan kita berjalan dengan baik-baik saja, dengan ucapan ‘aku sayang kamu’ sebelum tidur, ketemu di sekolah, dan hal-hal menyenangkan lainnya. Kata Tama, dia gak mau lihat aku sedih karenanya maupun karena orang lain. Sejauh ini aku masih menjadi pribadi yang tertutup kapadanya. Aku tidak pernah melakukan segala sesuatu duluan. Selalu dia duluan yang mengajakku main, mengajakku pulang bersama, dan mengirim pesan singkat. Tapi Tama dengan sabar memahami bahwa aku masih belum terbiasa untuk itu. Pelan-pelan dia memancingku untuk belajar memulai. Dan aku juga berusaha untuk terbiasa terbuka kepadanya dan memulai. Walaupun awalnya aku merasa kurang nyaman, tapi lama kelamaan aku menjadi terbiasa.

Waktu berjalan, masalah mulai melanda di hubunganku dan Tama. Kita mulai mengenal pribadi satu dengan yang lain. Dan Tama mulai merasa kurang cocok dengan kepribadianku. Aku hanya anak usia 17 tahun yang masih suka main, tidak bisa diam, dan melakukan hal-hal gila yang biasa anak SMA lakukan. Aku baru tahu kalau Tama tidak suka kalau aku seperti itu. Katanya, aku seperti anak kecil. Sebelum dapat mengkomunikasikan semuanya kepadaku, Tama diemin aku lama banget sampai bikin aku bingung dia kenapa. Percek-cokan mulai terjadi. Galau? Jelas. Jangan ditanya lagi. Aku mulai sering menangis karena aku menyalahkan diri sendiri. Perasaanku yang memang dari awal sudah lepas kendali, dengan adanya masalah seperti ini membuat aku gak tau harus berpikir seperti apa. Segalanya mulai terasa kacau hanya karena perilakuku. Aku menyayangi Tama, dan aku akan berubah sesuai dengan yang dia inginkan. Aku berusaha mengubah banyak aspek dalam diriku agar Tama bisa sepenuhnya menerima aku.

Lagu yang mewakili suasana hati dan pikiran yang lagi super galau,

Seakan menahan matahari tuk kembali
Melakukan hal yang tak mungkin
Menelusuri jalan pikiranmu saat ini
Membuatku tak berhenti berpikir

Apa yang tlah merubah sikapmu padaku
Oh adakah yang ku tak pernah tahu
Jika ada sesuatu yang membuatmu gelisah

Yang kau ingin katakanlah
Yang kau mau katakanlah padaku
Tak ingin kau merubah keadaan ini
Aku merindukan kamu yang dulu

Apakahku harus meninggalkan semua
Kehidupanku semua yang tak kau suka
Apakahku harus tak lagi menjadi diriku

Ku berikan waktu untuk berpikir
Cara mengatakannya padaku
Ku ingin kau tahu ku takkan berubah (Drive-Katakanlah)

Bersambung.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s