Lima Tahun Part 9 : LDR

Hari ini adalah hari pertamaku di Bulan Oktober tahun 2012 tanpa Tama. Hari pertama dan kedua setelah dia pergi dia masih menghubungi aku via telepon. Kita berbicara sekitar kurang lebih 5 menitan di telepon. Memang sebentar, tapi bagiku, tau mengenai kabarnya saja sudah cukup. Sejak tidak ada Tama, aku menghabiskan banyak waktu dirumah. Kuliah pulang kuliah pulang. Tidak banyak yang ingin aku lakukan karena aku tidak punya gairah untuk melakukan banyak aktivitas. Gak tau kenapa aku merasa aku lemah. Tidak ada Tama dan hidupku semakin hari terasa semakin tidak ada gunanya. Tapi, tetap saja aku jalani.

Suatu hari, aku untuk pertama kalinya main sama cowok selain Tama berdua aja. Namanya El. Dia cowok supel yang banyak cerita. Dan dari cerita yang El lontarkan ke aku, paling gak masuk akal adalah ketika El bilang dia gak bisa membedakan mana suka, dan mana sayang. Aku hanya mendengarkan dan tidak memberinya jawaban. Ya aku pikir, itu semua adalah proses dan biarkan saja El memperoleh jawaban sesuai dengan otentiknya sendiri. Sampai aku pulang, percakapanku dengan El mengenai rasa suka dan rasa sayang terus berputar dikepalaku hingga aku sebenarnya ingin menanyakan pada Tama, apakah dia bisa membedakan suka dan sayang? Tama suka aja apa sudah memang sayang sama aku? Karena kenyataannya, terkadang aku masih meragukan perasaan itu. Aku memikirkan hal itu berhari-hari seakan memang tidak ada yang lebih penting yang perlu dipikirkan daripada itu, hingga sebuah pesan singkat muncul di layar handphoneku. Pesan itu dari Billy, seseorang yang kini telah menjadi masalalu (tapi kita tetep berteman baik kok). Begini isi pesannya.

“Proses mutlak diperlukan untuk merumuskan kedewasaan. Semua ada prosesnya, temukan, pikirkan, kerjakan. Segala sesuatu itu pasti ada perannya sendiri dalam kehidupanmu.”

Entah mengapa isi pesan itu sedikit emm sedikit “nyindir” tentang apa yang ada di dalam pikiranku. Aku gak pernah kaget sih kalau Billy sampai tiba-tiba mengirim pesan-pesan seperti itu karena memang dia adalah orang yang sangat “perasa”. Billy orang yang kelewat peka. Wajar jika dia bisa saja tau tentang apa saja yang bikin aku kepikiran. Terlebih dia pernah memiliki rasa terhadapku. Aku akui, apa yang Billy bilang adalah benar. Pesan itu sedikit meluruhkan rasa penasaran dan kekawatiranku tentang perasaan Tama terhadapku.

Kehidupan kampus. Acara kampus, banyak. Aku mencoba mengikuti salah satu UKM (Unit Kegiatan Mahasiswa) waktu itu tapi tidak membuat aku bersemangat hingga akhirnya aku memutuskan untuk mengundurkan diri. Aku setiap hari menyibukkan diri dengan bermain dengan teman-teman SMA ku, nongkrong, internetan, tidur, baca novel, nonton film, dan kegiatan foya-foya lainnya kayak aku gak pingin membuat kegiatan yang positif dalam hidupku, yang penting bahagia, yang penting sibuk sehingga aku bisa melupakan banyak hal yang berkaitan dengan Tama. Tama masih sering menelponku. Intensitas kita telpon, dari awalnya tiga hari sekali sekarang menjadi seminggu sekali. Mungkin disana dia sudah banyak kesibukan.

Sejak tidak ada Tama, Billy dan El jadi sering berkomunikasi dengan aku. Sekedar sharing atau berbalas kabar. Baru pertama kali setelah sekian lama, aku kembali berkomunikasi dengan cowok selain Tama. Rasanya menyenangkan menjalin hubungan dengan mereka dengan baik. Tapi aku tidak yakin apakah aku harus menceritakan hal ini kepada Tama? Hmm, mungkin tidak perlu.

Pertemananku dengan El semakin dekat. Atau mungkin karena aku dan El satu kelas jadinya kami bisa dekat? Walanya cuma tanya tugas, lama-lama kita jadi cerita tentang kehidupan kita. El aku akui memang tampangnya rada playboy tapi aku gak nyangka kalau dia sama sekali gak pernah pacaran. Ya tapi emang gebetannya dimana-mana  sih. Hingga pada suatu hari, El bilang ke aku,

“Ka, kita pacaran yuk. Tiga atau satu hari aja deh. Aku pengen nemuin cewek yang bisa bikin aku nangis nih”
“El, kenapa harus aku deh? hahahaha kamu cari aja sana yang jomblo.”

Aku gak tau kenapa… Kok bisa… seorang El bilang kayak gitu… ke aku? Disaat gak ada kabar sama sekali soal Tama sudah seminggu ini hingga aku cuma bisa mencurahkan semuanya ke buku harianku, ada aja cobaan. Belum lagi Milly yang masih sering galau tentang Tama di twitternya. Ya aku tau mungkin Milly belum bisa melupakan Tama sejauh ini karena melupakan tidaklah mudah menurut pengalaman yang pernah aku alami.

Kamis, Jumat, Sabtu, dan Minggu adalah hari merdeka karena selama itu kampus libur. Tugas? Ada sih tapi ya tinggal dikerjain aja. Empat hari itu aku full main mulai dari nonton, cobain cafe baru karena di Malang sudah mulai banyak cafe bermunculan, sampai jalan-jalan ke Batu. Hingga waktu berlalu dengan cepat…. dan aku baru sadar sudah dua minggu Tama tidak menghubungi aku. Aku menanti komunikasi dengan Tama hingga akhirnya Tama meneleponku. Sebentar memang. Mungkin 10 menit. Tapi sudah cukup untuk memadamkan rindu. Setelah tempo hari aku berani menjalin hubungan dengan cowok selain Tama dengan intens, kemudian aku kembali menjadi wanita anti-sosial. Mengisolasi diri dan berteman seperlunya dengan cowok. Aku gak tau kenapa aku jadi gini.

Aku benar-benar mengisolasi diri sampai aku tidak mengikuti Krima (Krida Mahasiswa) yang diselenggarakan oleh fakultasku. Aku bolos dan total keseluruhan sebenernya aku bolos sekitar dua sampai tiga kali. Cuma gak tau kenapa setiap aku bolos, setiap itu juga tidak ada penstempelan kartu kendali. Kalau di review, jadinya aku kayak masuk terus. Kalaupun aku ikut, aku juga selalu melanggar sebenernya. Aku selalu membawa handphone, cuma gak pernah sama sekali ketauan walapun kakak-kakak Krima sudah memeriksaku. Aku bawa handphone buat jaga-jaga kalau Tama tiba-tiba telpon aku. Jadi kalau di review, aku seperti tidak melakukan pelanggaran apapun. Lucky? Iya kali.

Dan waktu berlalu dengan cepat… bersambung.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s