Kenapa sih kok suka nulis?

Ada sedikit cerita singkat tentang kebiasaanku yang suka nulis buku harian sejak kelas 6 SD. Awal dari rajinnya aku nulis buku harian, adalah karena iseng. Disaat aku lagi capek membaca buku pelajaran atau bosan mengerjakan pekerjaan rumah, sebagai sarana refreshing, aku menulis banyak hal. Dimulai dari selembar kertas dengan tulisan yang buruk dan tidak beraturan lama kelamaan kertas-kertas itu menumpuk dan tanggal penulisanku juga pencar-pencar. Karena terpencar-pencar, aku merasa kesusahan ketika aku ingin membaca ulang tulisanku. Sejak saat itu aku putuskan untuk manabungkan sisa uang sakuku setiap harinya. Ketika uang itu terkumpul, aku membeli buku harian pertamaku.

Sejak saat itu aku semakin bersemangat untuk menulis buku harian. Rasa hausku akan menulis semakin menjadi setiap harinya. Jika ditanya apa motivasiku untuk terus menulis adalah karena aku tau ingatanku suatu saat akan pudar, bahkan hilang. Aku ingin cerita yang terjadi pada diriku menjadi hal yang abadi.

Kenapa sih kok suka nulis? Aku tidak menemukan alasan mengapa aku suka menulis. Yang jelas, saat menulis aku merasa bebas. Semua yang ingin aku utarakan lebih tersusun dengan rapi daripada saat aku berbicara. Aku lebih bisa mengungkapkan segala perasaanku. Entah itu gembira, entah itu sedih. Aku merasa dapat hidup selamanya dalam tulisanku. Aku bisa merangkai apapun dalam tulisanku seperti cerita, puisi, bahkan doa. Aku tidak ada niatan khusus atas semua tulisanku. Aku menulis juga karena aku ingin menulis, itu saja. Bagiku menulis adalah pekerjaan untuk keabadian. Bahkan ketika aku sudah tertidur untuk selamanya, tulisanku masih bisa terus hidup.

Bisa dibilang, menulis sendiri adalah pengutaraan sudut pandang. Jadi terserah mau diterima atau ditolak. Karena menulis adalah pengutaraan sudut pandang, menulis tidak dapat dilakukan dengan pikiran yang sempit. Maka untuk mendapatkan tulisan yang berkualitas dengan tata bahasa yang baik, diperlukan jam terbang dalam menulis, membaca, berdiskusi, berbincang dengan orang lain, dan menerjunkan diri dalam pengalaman tanpa batas.

Yang paling aku suka dari menulis adalah aku bisa membuat seseorang abadi di dalam tulisanku, entah itu yang pernah menorehkan luka atau bahagia, entah itu yang pernah aku cintai atau yang sedang aku cintai.

“Kau penjarakan aku di dalam hatimu. Aku penjarakan kau didalam hati… dan tulisanku.”-Aii

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s