Masih Bersambung

Hallo, disini penulis sedang baik-baik saja. Masih berkutat dengan skripsi dengan deadline yang semakin dekat. Semua ini pasti akan berlalu, ya kan? By the way, buat cerita lima tahun, sekarang sudah sampai part 10. Sebenernya masih banyak part lagi cuma aku masih ada sedikit kendala menuliskan part selanjutnya.

Apa kendalanya? kedalanya ada pada ingatan dan rasa yang harus aku kembalikan ketika aku menuliskannya. Menulis sebuah cerita yang berdasarkan atas kejadian nyata tidaklah mudah. Aku harus menggali ingatanku sendiri sedalam yang aku bisa dan tentunya ketika menuliskan aku harus menjiwai agar tulisanku terasa lebih hidup. Ceritanya bakal berlanjut sampai nanti aku tamatin kok. Emang sih ceritanya agak menye dan galau gitu. But, itu adalah keadaan sebenernya. Drama? Iya sepertinya. Tapi itu semua aku tulis berdasarkan apa yang aku tulis di buku harianku selama ini.

Sebenernya cerita lima tahun itu seperti cerita percintaan pada umumnya, tapi untuk menjadikan sesuatu yang biasa menjadi tidak biasa atau bahkan luar biasa, ya kita sendiri sebagai pemerannya jangan menganggap hal-hal tersebut adalah hal yang biasa. Dibilang lebay ya biar saja. Jika harus aku akui, memang aku lebay. Tapi karena hal itu, aku merasa bahwa hidupku tidak monoton. Penuh cerita. Satu buku harian tidak pernah membuatku merasa cukup.Selalu ingin membelinya lagi dan lagi.

Cerita lima tahun ini sudah membuktikan bagaimana lebaynya aku. Sebenarnya jatuh cinta rasanya begitu saja dari dulu tetap sama. Tapi aku tidak bisa biasa dengan segala euforia yang ada dalam dadaku. Sakit hati juga begitu. Kalau tidak terlalu dipikirkan, bahkan dalam hitungan jam rasa sakit itu bisa hilang. Tapi sayang sekali jika moment patah hati hanya membuatku berdiam diri tanpa suara. Tulisan juga bisa hidup ketika menceritakan luka. Bahkan ketika aku patah hati, tulisan bisa menjai obat paling mujarab untuk mengobati sekaligus mengabadikan.

Begitu sekilas tentang cuti menulis cerita lima tahun. Harap dimaklumi ya mahasiswa tingkat akhir ini yang lagi nikmatin proses-proses akhir menuju goalnya, yaitu : lulus!

Big hug, penulis.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s