Kini

Sepenuhnya aku sadar. Sakit hati tak lantas membuat kita seperti orang lain. Tak lantas pula membuat aku membencimu. Sepenuhnya aku sadar. Lukaku telah hilang. Bersamaan dengan rasa percaya. Benar kata anak indigo itu. Bahwa aku tidak akan pernah ingin kembali, kepada siapa saja yang telah membuat hatiku menangis. Sepenuhnya aku sadar. Aku terlalu mengenalmu. Tanpa kamu mengenalku. Sepenuhnya aku tau. Dari matamu, berkali-kali kamu ingin kembali. Aku memahami. Tanpa perlu kamu utarakan. Jika memang kamu ditakdirkan untuk merindukanku dan terjatuh selamanya dalam penyesalanmu, aku turut berduka atas matinya hatimu. 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s