Lima Tahun Part 14 : Rindu

Sudah bulan November dan masalah yang Mas Ten hadapi sudah terselasaikan. Aku ikut lega ketika mendengar kabar baik itu. Pada bulan ini diselenggarakan ujian tengah semester. Setelah ujian, biar gak sumpek, aku main ke pantai sama temen-temenkuuu. Yeay! Aku sekedar main ke pantai yang deket-deket aja, seenggaknya kan aku ketemu pantai. Pantai itu tempat paling bisa bikin aku bahagia kedua setelah kamar pribadiku hehehe.

Aku dan temen-temenku ke pantai di daerah Malang Selatan, berbanyak orang. Aku ke pantai diboncengin sama Genta.

Genta ini temenku dari semester satu. Pendiem sih orangnya. Jadi waktu dijalan gak banyak ngobrol deh. Tapi gak garing-garing banget kok. Masih ada topik yang cukup buat dibahas selama perjalanan. Karena aku juga udah biasa temenan sama Genta dari semester satu, ya tau kalau anaknya memang gitu.

Pergi ke pantai bener-bener menggembalikan moodku yang awalnya sumpek jadi bahagia. Seperti yang orang-orang lain lakukan kalau ke pantai, kami foto-foto, main air sampek basah-basahan, sampai makan bareng-bareng. Walaupun kalau dicerita jadinya sesingkat ini, tapi rasa seru itu ada kok kalau ngrasain langsung hehehe.

Setelah sejenak melepas penat, aku kembali ke rutinitasku. Kampus-rapat. Di keadaan yang semakin terasa ganjil buat aku karena perlakuan Mas Ten yang semakin dekat denganku, aku berusaha profesional. Waktunya kuliah ya kuliah. Waktunya rapat ya rapat. Terlebih karena keadaanku yang tidak bisa membuat jarak dengan Mas Ten. Berusaha agar hati gak ikut campur walaupun sejujurnya hatiku merasa datar. Aku takut, aku merasakan euforia seperti jatuh cinta bukan bersama Tama.

Dear Tama.

Tama, aku rindu. Lebih tepatnya, aku rindu jatuh cinta lagi kepadamu seperti dulu. Aku rindu segala hal manis yang kamu lakukan kepadaku. Aku rindu kata-kata manis yang selalu membuatku merasa menjadi satu-satunya dan merasa menjadi wanita paling beruntung. Aku rindu main sama kamu, nemenin kamu kemana-mana, nonton sama kamu, makan sama kamu, jalan sama kamu. Tama, apa kamu juga merindukan aku? Aku harap perasaanmu terhadapku sama seperti saat kamu selalu melakukan segalanya untukku.

Tama, kamu apa kabar? Lama aku tidak mendengar kabarmu. Lama kamu tidak menghubungiku. Sudah berminggu-minggu yang lalu. Disetiap waktu yang berhasil aku lewati, aku selalu berharap kabar datang darimu yang jauh disana. Walaupun aku harus merasa kecewa karena malam ini, lagi-lagi kabarmu tidak sampai di telingaku.

Tama, katakan padaku sampai kapan aku harus terus menunggumu. Sampai kapan jarak diantara kita akan seperti ini. Sampai kapan aku harus berada dalam ketidakpastian yang kamu suguhkan. Sampai kapan? Apakah aku akan menunggu lebih lama dari ini?

Tama, jika perasaanku memang terlalu dalam terhadapmu, biarkan saja. Walaupun telah tersedia seribu alasan untuk meninggalkanmu, aku memilih untuk bertahan denganmu. Entah karena komitmen yang telah kita sepakati, entah karena perasaanku sendiri yang sejatinya tidak ingin meninggalkanmu. Aku tau kita sering kali bertengkar. Tapi aku juga memahami bahwa kita juga berulangkali kembali dalam kondisi yang baik. Aku tau kita kerap kali saling menyakiti. Tapi aku juga memahami masih ada maaf dalam hati kita masing-masing.

Tama, jangan berhenti untuk terus memahami aku. Aku juga tidak akan berhenti untuk terus memahami kamu. Jangan lelah dengan hubungan kita. Karena kamu disini tidak berjuang sendirian. Kamu masih bersamaku.

Tama, jika perasaanku tidak bisa berdamai dengan logikaku sendiri, izinkan aku membunuh logikaku sendiri berulang kali. Mengutuk pikiran yang selalu membenci ketidakpastian kita. Memendam segala hal terburuk yang mungkin saja terjadi di hubungan kita.

Tama, aku tidak mampu menyakitimu, apalagi meninggalkanmu. Jika kita harus berpisah, kamu saja yang lakukan. Aku tidak sanggup. Aku tidak sanggup meninggalkan kamu sendirian.

Aku, yang semoga selalu ada dalam hati dan doamu.

Bersambung…

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s