Lima Tahun Part 17 : Posesif

Dan cerita ini masih terus berlanjut, bisa pada ending yang bahagia atau bisa saja tidak. Tapi semua orang yang saling memiliki rasa antara satu dengan yang lainnya, mustahil jika dia tidak menginginkan happy ending dalam cerita cintanya. Begitu juga aku, yang menginginkan happy ending dalam cerita cintaku. Cerita ini masih ada dua tahun lagi hingga mencapai ending :p

Jadi ceritanya, Tama sempat pulang ke Malang. Tama sudah pulang selama satu minggu, tapi aku baru bisa ketemu kemarin. Aku menceritakan banyak hal kepadanya, tapi aku tidak menceritakan tentang hubunganku dengan Mas Ten, juga tidak menceritakan betapa lelahnya aku saat itu. Aku hanya tidak bisa banyak cerita dan curhat ke Tama, entah kenapa. Jika aku ingin menceritakan sesuatu kepada Tama, aku jarang menceritakannya secara gamblang. Aku selalu menceritakan dengan menggunakan “kode”. Entah Tama paham atau tidak, aku tidak peduli.

“Tama, kamu tau? Sekarang apa yang aku rasain bener-bener flat. Perasaanku flat.”
Flat itu juga rasa. Kita itu, masih liat langit yang sama, jangan menganggap aku terlalu jauh.”
“Kamu gak masalah kalau gak aku anggep pacar? Aku gak paham sama esensi pacar itu apa, Tam.”
“Iya gapapa, yang penting rasa yang ada di dalam hati.”
“Kalau aku suruh kamu menjauh?”
“Aku bakal njauh”
“Kok gitu?”
“Tapi kamu tetep aku monitoring..”

Tama benar, aku tidak boleh menganggap dia terlalu jauh agar aku tetap merasa dia ada. Tapi, kebenaran itu ada di dalam pikiranku. Sejujurnya, jika ditanya soal hati, aku benar-benar merasa flat. Aku merasa lelah. Sudah beberapa hari sejak malam aku menyakiti Mas Ten. Disaat seperti ini, aku hanya butuh liburan. Jauh dari rutinitas yang terus menerus membosankan. Aku ingin mengisolasi diri. Melupakan banyak orang, melupakan banyak masalah. Aku hanya ingin pikiranku tenang. Lalu Nadia mengubungiku.

“Ka, besok aku mau ke Sempu. Ikut ta? Nginep semalem”
“Sama siapa?”
“Sama anak-anak panitia acara”
——————————————————-
Lalu aku menghubungi Tama.
“Tama, aku pengen ikut jalan-jalan ke Sempu sama temen-temen panitia”
“Ada cowoknya?”
“Ya ada laaaaah”
“Nginep?”
“Iya..”
“Kamu mau nginep sama cowok-cowok gitu?”
“Ada ceweknya”
“Berapa?”
“Tiga orang kayaknya”
“Cowoknya berapa?”
“Gak tau”
“Ceweknya dikit gitu, kamu tetep ikut?”
“Enggak. Aku gak jadi ikut.”
——————————————————-
“Nad, aku gak ikut”
“Kenapa?”
“Gak diijinin sama orang tuaku”

Aku lelah berdebat dengan Tama. Aku lelah jika harus bertengkar lagi hanya demi mempertahankan keinginanku.  Aku tidak pernah selelah ini  menghadapi Tama. Aku mendadak tidak ingin berbicara dengannya. Tama bilang, dia menyayangiku, tapi dia membuat aturan dengan presepsinya sendiri. Tama bilang, dia menyayangiku, tapi dia terlalu egois untuk cemburu ke semua orang. Tama bilang, dia menyayangiku, tapi hanya tuntutan yang tidak pernah aku mengerti yang aku dapat darinya. Tama bilang, dia menyayangiku, tapi aku jalan-jalan sama temen-temen cowokku aja, dia cemburu. Aku sama sekali tidak ada niatan ingin berselingkuh.

Jangan terlalu menakuti pihak ketiga
Nyatanya, pihak ketiga selalu bisa aku atasi
Lihatlah pada dirimu sendiri
Lihatlah diri kita sendiri
Presepsi dan pemikiran yang berbeda
Keegoisan kita masing-masing
Tidakkah kamu melihat ini sebagai pemisah diantara kita?

Aku gak paham. Apa semua hubungan memang seperti ini? Sering marah-marah, sering sensitif, sering cemburu, seneng banget bikin kepikiran, dikit-dikit sedih. Tapi walaupun begitu juga masih ada bahagianya, masih ada romantisnya, masih ada kencan yang nyenengin, tapi tapi tapi…. aku gak tau kenapa ingin sekali mengimbuhkan banyak kata “tapi”…

Kata orang rindu itu indah
Namun bagiku ini menyiksa
Sejenak ku pikirkan untuk ku benci saja dirimu
Namun sulit ku membenci

Pejamkan mata bila kuingin bernafas lega
Dalam anganku aku berada disatu persimpangan jalan yang sulit kupilih

Ku peluk semua indah hidupku
Hikmah yang ku rasa sangat tulus
Ada dan tiada cinta bagiku tak mengapa
namun ada yang hilang separuh diriku
-(Bimbang by Melly Goeslow)

Bersambung…

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s