Lima Tahun Part 18 : Kembali

Belum saatnya perasaanku ditakdirkan untuk hilang. Nyatanya dia kembali lagi dan kembali lagi setiap kali aku merasa tidak lagi menyukainya. Hubungan yang sudah terjalin selama bertahun-tahun, dengan perasaan yang relatif naik turun, pada saat ini telah kembali pada posisinya semula. Dengan sejenak menyendiri, mencoba memaafkan, dan tidak membuka hati saat jenuh, adalah kunciku untuk dapat kembali jatuh cinta pada orang yang sama.

Sekarang sudah tanggal 12 Januari 2014. Semua sudah mulai membaik. Pada akhirnya waktu yang bisa menyembuhkan keadaan yang awalnya sakit. Hari ini Tama akan kembali jauh denganku. Kami akan kembali menjalin hubungan jarak jauh setelah beberapa hari dia berada di Malang bersamaku. Sehari sebelum Tama pulang, kami sempat hampir putus karena aku tidak tahan dengan sikap posesifnya Tama. Tapi hatiku berubah seratus delapan puluh derajat. Tama kembali bersikap manis terhadapku. Saat kami sedang berbicara serius, tiba-tiba Tama mengeluarkan sebuah kotak. Kotak itu berisi iPod lengkap dengan headsetnya. Tama menyuruhku memasangkan headset ke telingaku. Aku  menurutinya. Lalu dia memperlihatkan dua video kepadaku. Satu video adalah video ucapan selamat ulang tahun yang ke-20 untukku, dan satu video lagi adalah video perayaan anniversary kami yang ke-3. Dalam video yang berdurasi masing-masing 15 dan 20 menit itu, terselip foto-foto perjalanan hubungan kami selama hampir tiga tahun. Maklum, setiap kali kami jalan-jalan, kami selalu hunting foto bersama. Wajar jika kenangan kami banyak sekali dalam bentuk foto.

“Kenapa kamu kasih ini sekarang?”
“Aku belum tentu bisa mengucapkannya tepat waktu. Karena sekarang masih ada waktu, sekarang aja aku ucapinnya. Selamat ulang tahun yang ke-20, Aii-ku. Dan selamat tiga tahun hubungan kita. Maafkan aku terlalu posesif. Sekarang, aku membebaskan kamu untuk terbang kemanapun kamu mau. Tapi jangan pernah lupa untuk pulang..”

Aku terharu. Dan akhirnya aku menangis. Tama masih mau memperjuangkan hubungan kami. Dia masih menginginkan aku.

Dalam  video anniversary, lagu yang dinyanyikan oleh David Cook yang berjudul “Always Be My Baby” menjadi kenangan tersendiri buat aku dan Tama.

We were as one babe
For a moment in time
And it seemed everlasting
That you would always be mine

Now you want to be free
So I’m letting you fly
Cause I know in my heart babe
Our love will never die
No!

You’ll always be a part of me
I’m a part of you indefinitely
Girl don’t you know you can’t escape me
Ooh darling cause you’ll always be my baby
And we’ll linger on
Time can’t erase a feeling this strong
No way you’re never gonna shake me
Ooh darling cause you’ll always be my baby

I ain’t gonna cry no
And I won’t beg you to stay
If you’re determined to leave girl
I will not stand in your way
But inevitably you’ll be back again
Cause ya know in your heart babe
Our love will never end no

You’ll always be a part of me
I’m part of you indefinitely
Girl don’t you know you can’t escape me
Ooh darling cause you’ll always be my baby
And we’ll linger on
Time can’t erase a feeling this strong
No way you’re never gonna shake me
Ooh darling cause you’ll always be my baby

I know that you’ll be back girl
When your days and your nights get a little bit colder oooohhh
I know that, you’ll be right back, babe
Ooooh! baby believe me it’s only a matter of time

Aku menghabiskan waktu-waktu  terakhirku dengan Tama sebelum kita berpisah. Aku membuang segala hal menyakitkan diantara kami. Membuat waktu-waktu terakhir kami menjadi waktu yang bahagia. Ya, aku bahagia saat itu. Tama saat itu sedang bikin aku bahagia. Dia menyimpan handphonenya saat kencan denganku, berkali mengusap-usap kepalaku, menggandeng tanganku (hmm berapa lama aku gak di gandeng ya? Lama banget), lebih banyak menatapku, banyak berbicara dan melempar humor kepadaku sehingga membuatku tertawa. Ketika ada moment semenyenangkan ini dengan Tama, itu adalah hal yang sangat aku syukuri. Aku lebih bersyukur atas bertahannya hubungan kita sejauh ini.

Aku dan kamu ibarat sedang menempuh perjalanan
untuk menemukan cinta sejati masing-masing
Terbang bersama
Jika kita adalah sepasang cinta sejati itu sendiri,
kita akan selalu seperti ini
Jika kita bukanlah sepasang cinta sejati,
salah satu dari kita akan memilih turun

Aku dan Mas Ten? Kami masih sering bertemu. Aku paham, rasa canggung itu ada dan keadaan tak bisa secepat itu kembali seperti pada saat pertama kali mengenal Mas Ten, tapi kami tetap mencoba saling manyapa dan saling bercerita. Kami sudah kembali berteman di dunia nyata dan dunia maya. Sikap Mas Ten terhadapku terlihat jauh lebih hati-hati dari sebelumnya karena Mas Ten menganggap aku sebagai lubang jebakan selama aku dan Tama belum putus. Tidak masalah tentang apapun anggapan Mas Ten tentang aku, yang penting hubungan kami semakin membaik.

Bersambung…

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s