Lima Tahun Part 19 : Hubungan

Aku dan Tama kembali menjalin hubungan jarak jauh. Sekarang sudah memasuki pertengahan bulan Februari 2014. Dan aku sudah masuk di semester 4 perkuliahan. Aku kembali fresh. Parasaanku ke Tama kembali utuh seperti sedia kala. Menyenangkan sekali ketika hubunganku dengan Tama menjadi lebih selow. Sejak Tama bilang bahwa dia akan membebaskanku dan dia tidak lagi posesif kepadaku, aku merasa hubungan kami semakin membaik.

Di semester 4 ini, ada dua mata kuliah dimana aku sekelas sama Mas Ten. Untung semuanya sudah membaik walaupun awalnya aku kaget waktu pertama kali masuk kelas terus ada Mas Ten duduk di dalem kelas.

Hari-hari sejak saat itu, yang aku pikirkan hanyalah kuliah. Aku sudah tidak lagi galau masalah hati atau masalah hubunganku dengan Tama. Setelah sekian lama dan aku berusaha membuktikan kepada Tama, akhirnya dia dapat percaya kepadaku. Kesabaran selalu membuahkan hasil, dan sekarang aku mengerti apa maksud dari kalimat itu.

Hari berganti dengan cepat. Aku mulai aktif menjadi mahasiswa dan masalah yang ada hanya masalah-masalah kecil saja seperti tugas-tugas kuliah dan semacamnya. Aku menjadi lebih fokus ketika hatiku merasa damai. Akhir bulan Maret, sekitar tanggal 20, Tama sempat pulang ke Malang dan kami sempat untuk bertemu. Pertemuan kali ini lebih membicarakan masa depan kami setelah sekian lama aku merasakan digantungkan oleh hubungan. Kami mulai menata masa depan kami. Kami mulai membicarakan soal prediksi kapan kira-kira kami akan menikah. Aku senang diajak berbicara mengenai masa depan hubungan kami. Walaupun aku masih semester 4, tidak ada salahnya jika aku mempersiapkan segalanya dari sekarang.

Bukan berarti ketika kami membicarakan hubungan kami semua berjalan lancar-lancar saja, masih ada hal-hal yang masih harus kita cocokkan satu sama lain. Sering kami bertengkar kecil ketika membahas tentang masa depan kita. Mulai dari aku yang nyebelin, Tama yang jadi sering memutar kata-kataku, hingga aku merasa kesal ketika Tama mulai menceramahiku panjang lebar. Kalau sudah seperti itu, aku suka ngambek sebentar. Tapi beberapa menit kemudian, keadaan selalu membaik dan kembali seperti semula.

Setelah Tama dan aku kembali ke rutinitas kami masing-masing, hubungan kami terasa cepat. Mungkin karena segalanya menjadi lebih baik dari sebelumnya. Aku menjadi lebih fokus kuliah dan gak galau terus. Kami masing-masing berkembang menjadi pribadi yang dewasa. Begitu juga Tama, udah kelihatan seriusnya sama aku hehe.

Sekarang sudah memasuki bulan April, itu artinya bulan ini adalah bulan ulang tahunku. Aku genap 20 tahun. Dan di hari ulang tahunku yang ke-20 ini, Mas Ten memberiku kado ulang tahun berupa jaket dengan logo One Piece di lengan kanannya. Aku menerima pemberiannya dengan senang hati.

Di semester 4 ini, aku banyak menghabiskan waktu bersama dengan Nadia, Yasa, Edy, Genta, dan Hardi. Kami kemana-mana selalu berenam. Satu kelas di semua mata pelajaran, selalu satu kelompok di semua mata kuliah, makan bareng, sampai menghabiskan waktu luang bareng. Kami berjuang bersama di semester ini.

April, Mei, Juni berlalu begitu cepat. Aku disibukkan dengan kuliah dan beberapa kepanitiaan. Hingga pada akhir Juni, Tama pulang ke Malang. Dia lagi liburan panjang karena sebentar lagi mau puasaan. Sekarang, setiap Tama pulang ke Malang, dia selalu sibuk. Dia sibuk dengan kerjaan barunya yang mulai dia tekuni. Ya, menjadi fotografer. Dia mulai ikut komunitas fotografer dan mendapatkan banyak teman fotografer disana. Kami sudah bisa memahami kesibukan kami masing-masing. Tama tidak mempermasalahkan apapun aktifitasku di dalam kampus dan aku juga tidak mempermasalahkan pekerjaan yang Tama tekuni sekarang. Selama masing-masing masih mau meluangkan waktu bersama, itu tidak masalah.

Walaupun sudah saling memaklumi, aku masih suka ngambek sama Tama. Jadi waktu itu kita lagi cari makan malam. Sepanjang kami makan malam, Tama cuma main handphone. Aku ngambek karena aku merasa aku diacuhkan. Terjadi lagi, semua kembali baik.

Waktu sudah memasuki puasaan. Teman-teman IPA1 mengadakan buka bersama. Kegiatan buka bersama ini selalu rutin diadakan setiap tahun sejak kami semua berada di satu kelas. Saat ada acara kelas seperti ini, aku selalu berangkat bersama Tama. Dia selalu jemput aku ke rumah. Moment buka bersama adalah moment foto-foto yang paling ditunggu untuk menambah kenangan IPA1. Sampai saat ini, ada empat pasangan di IPA1. Kami saling cinlok, salah satunya adalah aku dan Tama. Aku dan Tama adalah pasangan yang pertama kali cinlok di IPA1. Hubunganku dengan Tama dikenal dengan baik oleh teman-teman IPA1. Mulai dari jaman pdkt sampai sekarang. Buka bersama kali ini selain foto kelas bersama-sama, juga ada foto prewedding. Jadi maksudnya, kami masing-masing yang saling punya pasangan bisa bebas foto berdua dengan hasil yang bagus karena di fotoin sama Tama. Sebelumnya, aku sama Tama sudah banyak sih foto berdua jenis foto prewedding gitu. Kata Tama, nanti kita bakal foto yang lebih bagus lagi waktu kita  mau nikah >< Senangnyaaaaaaa!

Sepulang dari buka bersama, waktu aku lihat foto-foto di kameranya Tama, aku kaget waktu aku lihat ada foto model vulgar banget. Ya aku paham sih sebenernya kerjaan fotografer ya gitu itu, fotoin model-model. Tapi ya yang benar saja. Mana mungkin aku gak cemburu dengan hal yang demikian. Seketika aku ngambek dan aku gak mau bicara dengan Tama. Aku merasa sangat kesusahan untuk mengubah kebiasaan Tama yang satu ini. Disisi lain, aku juga harus bisa memahami kalau ini adalah salah satu bagian dari pekerjaan Tama sebagai fotografer. Setelah menjelaskan penjelasan Tama dan aku mulai bisa memakluminya, kami baikan seketika itu.

Bersambung…

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s