Lima Tahun Part 21 : Senang

Umurku genap 21 tahun. Ulang tahunku yang ke-5 kali aku rayakan masih bersama Tama. Waktu berlalu sangat cepat hingga tidak terasa masing-masing kami telah menjadi dewasa. Kami semakin sering membicarakan masa depan kami sambil tetap menjalani kesibukan masing-masing.

“Tama, kita pacaran udah lama banget ya ternyata.”
“Tapi kalau aku ditanya, kamu itu sudah bukan pacarku.”
“Terus apa?”
“Istilahnya kamu itu calon.”
“Calon?”
“Calon istri.”

By the way, selain dapet kado dari teman-teman dan sahabat-sahabatku, aku juga dapet suprise dari Tama. Dia kasih aku tart black forest dengan lilin angka 2 dan 1, aku juga dapat kado berupa jaket jeans yang kembaran sama Tama dan ‘Jar of Hearts‘. Kenapa aku bilang jar of hearts? Karena di dalam jar itu isinya bola-bola coklat dilapisi kertas alumunium dan setiap bola coklat, ditempelin kertas warna pink bentuk hati dengan tulisan romantis ditengahnya. Aku suka banget sama pemberian Tama kepadaku.

In silent screams,
In wildest dreams
I never dreamed of this

This love is good, this love is bad
This love is alive back from the dead
These hands had to let it go free
And this love came back to me
-(This Love by Taylor Swift)

Aku dan Tama melewati Senin, Selasa, Rabu, Kamis, Jumat, Sabtu, dan Minggu tanpa bertengkar. Entah kenapa hubungan kami sangat baik-baik saja hingga waktu tak terasa telah banyak berlalu. Kami benar-benar menikmati hari. Waktu luang kami, kami gunakan untuk hal-hal yang menyenangkan seperti nonton, makan bareng, hunting foto-foto terbaru kami, Tama juga sering nemenin aku kalau aku lagi jenuh sama kuliah, dan masih banyak lagi.

“Tama, kapan-kapan ajakin aku nonton midnight ya.”
“Pegang janji aku, kamu akan jadi orang pertama yang nonton midnight bareng sama aku.”

April, Mei, Juni, Juli berlalu dengan cepat dan menyenangkan. Bulan puasa juga sudah terlewati. Sebentar lagi aku akan masuk perkuliahan semester 7. Semakin bertambah hari hubunganku dengan Tama tidak pernah tambah buruk. Aku sering update foto kita berdua di sosial media, begitu juga dia. Apalagi instagram sedang booming-boomingnya. Setiap kali aku update fotoku bersama Tama di instagram atau facebook, tidak sedikit dari teman-temanku yang iri dengan hubungan kami.

“Hmm so sweet banget kaliaaan”
“Langgeng terus yaaa”
“Semoga cepet nikah ya kalian”
“Duuuuh mesti bikin iri kalau update-update”

Seperti itulah komentar teman-teman dan sahabat-sabahatku. Betapa aku bahagia ketika sahabat-sabahatku merestui hubungan kami. Tampak mata, hubungan kami akan segera serius menuju pernikahan setelah aku lulus. Aku berusaha tidak membicarakan soal pernikahan atau hal-hal yang berkaitan dengan itu, tapi Tama selalu membuat aku melayang dengan terus membahasnya. Aku tidak memikirkan hal negatif apapun, termasuk perpisahan. Aku rasa Tama memang serius denganku dan memang menginginkan menikah denganku setelah ini.

“Mungkin tahun ini aku akan bawa orang tuaku ke rumahmu.”
“Iya?”
“Kamu pengen di Malang atau di tempat lain?”
“Maksudnya?”
“Buat kita tinggal bareng.”
“Malang aja, temen-temen kita kan disini semua.”
“Oke.”

Aku benar-benar lepas pijakan. Aku melayang dan aku percaya Tama memang bersungguh-sungguh sama aku. Intensitas aku bertemu dengan orang tuanya Tama juga semakin sering. Entah sekedar makan bareng maupun pertemuan singkat ketika orang tua Tama mengunjungi Tama.

“Aii, habis kita nonton kamu ikut aku ya.”
“Kemana?”
“Ketemu sama Abah sama Umi. Kebetulan mereka lagi kesini.”
“Oke.”

Semakin hari aku semakin peduli dengan Tama. Semakin serius juga dengan Tama. Hingga detik ini aku menyadari bahwa setiap kali aku dan Tama berada pada ujung tanduk hubungan, kami selalu bisa kembali. Seakan kita tak pernah kehabisan cara untuk dapat kembali dan kembali dan kembali lagi.

Midnight,
You come and pick me up, no headlights
A long drive,
Could end in burning flames or paradise
Fade into view, oh, it’s been a while since I have even heard from you

I should just tell you to leave ’cause I
Know exactly where it leads but I
Watch us go ’round and ’round each time

You got that James Dean daydream look in your eye
And I got that red lip classic thing that you like
And when we go crashing down, we come back every time
‘Cause we never go out of style
We never go out of style

You got that long hair, slicked back, white t-shirt
And I got that good girl faith and a tight little skirt
And when we go crashing down, we come back every time
‘Cause we never go out of style
We never go out of style.

So it goes
He can’t keep his wild eyes on the road
Takes me home
Lights are off, he’s taking off his coat, hmm, yeah.
I say, “I heard, oh, that you’ve been out and about with some other girl, some other girl.”

He says, “What you’ve heard is true but I
Can’t stop thinking about you,” and I…
I said, “I’ve been there, too, a few times.”
-(Style-Tayor Swift)

Bersambung…

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s