Opini : Passion

Haaaaaai! Kali ini aku ingin menuliskan tentang passion. Secara bahasa artinya adalah gairah, kegemaran, atau keinginan. Pengertian dari passion sendiri adalah banyak sekali tergantung setiap orang bagaimana mereka memahami arti passion itu sendiri. Menurut pemahaman saya secara pribadi, passion adalah perasaan senang terhadap suatu pekerjaan yang ketika mengerjakannya bisa melupakan banyak hal tetapi tetap memperhitungkan untung dan rugi dari pekerjaan tersebut. Jika mau menelaah lebih dalam, arti passion itu sendiri sangatlah dalam dan luas.

Mengapa saya mengangkat tema passion ini sebagai tulisan saya kali ini? Alasan saya adalah pertama, saya ingin memberi pandangan kepada setiap orang yang senang sekali menghakimi seseorang dengan kata-kata “bodoh” dan semacamnya. Kedua, saya ingin membangkitkan kembali semangat orang-orang yang dianggap “bodoh” agar dapat menemukan passion mereka. Ketiga, adalah memberitahu bahwa setiap orang berpotensi untuk memiliki passion yang berbeda.

Saya secara pribadi tidak sekali dua kali merasa menjadi yang paling bodoh. Tetapi hampir setiap hari saya merasakan hal itu selama hampir empat tahun masa perkuliahan. Kebetulan saya kuliah di jurusan yang mempelajari bagaimana cara pembuatan software dengan baik dan benar (a.k.a informatika). Selama ini saya mempelajari coding, alur suatu sistem agar berjalan optimal, mempelajari inputproses-output dalam suatu software, dan yah semacamnya. Setiap kali saya mengerjakan tugas, saya selalu memeras pikiran dan logika saya mati-matian. Sering kali emosi dan rasa kesal itu memuncak ketika saya tidak bisa melakukan implementasi sesuai dengan apa yang saya mau. Kalau dibandingkan dengan teman-teman saya yang jago-jago, saya bukan apa-apa. Lebih tepatnya, saya bukan apa-apa pada bidang ini. Mengapa saya memberi imbuhan ‘bidang ini’? Karena semakin saya dewasa, semakin saya sadar bahwa setiap manusia memang memiliki kemampuan pada bidangnya masing-masing. Hal tersebut tidak bisa disamaratakan. Penting sekali pemahaman ini bagi setiap orang yang selalu saja dengan mudah menghakimi seseorang dengan kata “kamu tidak mampu” atau “kamu bodoh”. Bagi saya, seseorang yang bisa dengan mudah mengutarakan hal sedemikian kepada orang lain tanpa berfikir, dialah yang bodoh karena telah menganggap bahwa dunia hanya seluas sudut pandangnya yang hanya satu itu. Kata-kata seperti itu tidak akan keluar dari mulut seseorang dengan intelegensi tinggi tetapi tetap down to earth. Kita tidak bisa mengingkari bahwa banyak sekali hirarki yang terbentuk di dunia ini. Jika seseorang berada pada hirarki paling atas dalam suatu tatanan sosial atau suatu bidang, belum tentu dia bisa berada pada hirarki paling atas (lagi) dalam suatu tatanan sosial atau suatu bidang yang lain.

Disini saya tetap menikmati anggapan orang-orang tentang saya bahwa saya tidak pintar dalam bidang ini. Tak masalah bagi saya bertahan dalam strata paling rendah dalam hirarki ini untuk menemukan diri saya di strata paling puncak dalam hirarki yang lain. Saya masih muda. Jalan saya menuju pada puncak hirarki yang saya cari masih panjang. Yang diperlukan adalah membuat misi untuk mencapai suatu visi ditambahi dengan doa dan tentu perlu adanya social support. Lalu apa visi saya? Hidup dalam passion saya. Menemukan suatu pekerjaan tetap yang selalu membuat saya ingin terus menerus mengerjakannya. Saya bilang ini adalah pekerjaan untuk keabadian. Dimana ketika kita tidak dapat menghentikan pekerjaan tersebut walaupun kita sudah tidak berada pada suatu instansi atau semacamnya. Kalau ditanya sejauh ini apa yang membuat saya selalu bersemangat melakukannya adalah menulis: diary, blogging, atau sekedar coret-coret. Membaca buku: novel, buku-buku pengetahuan, buku kiat-kiat melakukan sesuatu, dan masih banyak lagi. Makan juga sih, karena saya suka sekali makan, saya berfikir agar saya harus bisa masak dan menjadikannya hobi (sekarang masih belum bisa menghobikan masak karena keterbatasan sarana dan prasarana di dapur). Dan, menghitung uang. Well, menghitung uang memang bikin pusing tapi hal itu menyenangkan, terutama untuk mendapatkan feedback yang lebih besar saat mengalokasikan pengeluaran uang. Jadi, silahkan temukan apa yang membuat kalian bersemangat melakukannya.

Pelajaran yang paling penting dalam menemukan subuah passion adalah jangan melihat orang lain. Temukan passion tersebut atas diri kamu sendiri. Lalu bagaimana parameter bahwa apa yang kita sukai tersebut ternyata bukan passion? Parameternya mudah saja. Kesenangannya hanya sesaat. Ketika bulan ini saya merasa sangat senang dengan sebuah hobi atau pekerjaan, tetapi dua bulan kemudian hobi atau pekerjaan tersebut tidak lagi menggairahkan, maka itu bukan passion. Bisa kesenangan itu karena excited dengan sesuatu yang baru, atau bisa saja hanya ikut-ikutan orang lain. Jadinya, gak awet. Paling mudah mengetahui passion? Coba ditengok hobi apa saja yang selama ini mengendap dan terus dilakukan selama berulang-ulang tanpa bosan. Gak ada hobi? Segera temukan hobimu, passion, dan visimu selagi muda!

Sekian dulu tulisan saya kali ini, semoga bisa menjadi tulisan yang bermanfaat dan tidak menimbulkan kontroversi. Selamat menemukan apa yang kamu cari 🙂

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s