Opini : Cita-cita

Hallo semuanyaaaa! ^^

Hari ini gak tau kenapa pengen nulis-nulis aja secara random tentang apa yang aku pikirkan. Opini random kali ini judulnya tentang cita-cita. Cita-cita… hmm menurut aku cita-cita itu adalah tujuan hidup. Tujuan hidup ini bisa digali dengan banyak pertanyaan kayak ‘kamu mau jadi apa sih?’, ‘kamu pengennya apa sih?’, ‘kamu pengen hidup seperti apa sih?’, dan pertanyaan lain yang intinya sebelas dua belas sama itu. Secara pribadi, aku sering melontarkan pertanyaan-pertanyaan itu ke diri sendiri dengan tujuan mengenali diriku sendiri dan memperjelas apa yang menjadi tujuan hidupku. Kalau terus-terusan melihat orang lain dan terus-terusan (dalam intensitas yang tinggi) dengerin maunya orang lain, pada akhirnya hanya akan sia-sia dan tidak akan menjadi apa-apa :”

Bicara soal cita-cita Continue reading

Seseorang Part 1

Kadang muncul sebuah pertanyaan secara tiba-tiba di dalam kepalaku, ‘Kenapa harus dia? Kenapa harus dia? Kenapa harus dia?’. Pertayaan ini berputar-putar di dalam kepalaku berulang kali. Lalu lenyap begitu saja, lalu muncul kembali begitu saja. Pertanyaanku hanya satu, tetapi terlalu besar. Setiap kali aku mencoba mengingat kejadian-kejadian yang bersangkutan dengan dia, aku merasa semua serba tidak masuk akal. Rasanya aneh. Aku belum tau secara pasti perasaan aneh ini hadir karena aku yang belum bisa menerima kenyataan atau kenyataan yang terlalu mengagetkan aku.

Kebanyakan orang mengatakannya sebagai takdir. Segala sesuatu yang sudah digariskan dengan atau tanpa usaha. Continue reading

OMG! Long Time No See, WordPress!

Assalamu’alaikum~ Selamat pagi~ Selamat siang~ Selamat sore~ Selamat malam~ 😀

Bagaimana kabarnya? Baik-baik aja kan ya dunia WordPress? hehe. Aku seneng banget akhirnya bisa kembali pada tulis menulis di wordpress setelah berbulan-bulan gak nulis karena ada berbagai kendala :p Kendalanya banyak sih, mulai dari gak mood, kurang topik sebagai bahan penulisan, kemaren setelah skripsian mendadak berbulan-bulan males pegang laptop, harddisk laptop rusak se-baterainya sehingga harus diperbaiki tapi entah kenapa mau bawa ke tukang service waktu itu mager banget (banyak setannya kayaknya), dan banyak faktor pendukung lain seperti mendadak jadi suka main terus.

And today, aku merindukan rumahku. Continue reading

Perbandingan? HAHAHA

Hari ini saya sedang ingin menuliskan sesuatu yang berkaitan dengan suatu hal yang paling tidak saya suka, yaitu dibanding-bandingkan. Membanding-bandingkan. Terbanding-bandingkan. Bagi saya, yang boleh membandingkan saya dengan orang lain adalah diri saya sendiri. Mengapa? Karena saya tahu batasan emosi dan tekanan dalam batin saya, sedangkan orang lain tidak.

Dihari yang mendung tetapi tidak ingin hujan ini, tidak lengkap rasanya jika tidak ditemani dengan sesuatu yang membuat bahagia seperti hot chocolate, snack, movie, buku, atau mungkin pelukan hangat dari pasanganmu. Tinggal pilih mau bahagia lewat jalur yang mana. Dan saya memilih jalan bahagia untuk mengisi hari yang mendung ini dengan menulis beberapa paragraf dalam blog saya ini. Saya tentu ingin berdiskusi dengan para pembaca disini. Bisa melalui kolom komentar, bisa melalui akun media sosial, atau bisa juga lewat mimpi. Bebas. Continue reading

Surat Untuk Jodoh

Hai. Selamat malam Selasa, Sayang!

Bagaimana keadaanmu sekarang? Jika keadaanmu sedang buruk, aku harap ketika kita bertemu dan bersatu, secara perlahan kamu akan semakin membaik. Sebenarnya, aku belum tahu pasti siapa “Sayang” yang aku sapa pada kalimat pembuka surat elektronik ini. Tapi tidak ada salahnya jika aku menuliskan ini untukmu. Entah surat ini akan dibaca olehmu besok, lusa, atau diwaktu yang tidak pernah aku tahu, terserah. Yang penting kamu membacanya. Continue reading

Selamat Datang Dalam Diriku!

Hatiku adalah lautan luas, yang dapat menampung segala cerita dan rasa tentang kamu.
Pikiranku adalah karang, keras. Cukup keras untuk tidak ragu dalam memilih kamu.
Pelukanku adalah ombak, cukup lembut untuk menarikmu kedalam kedamaian tak terbatas.
Jiwaku adalah angin, cukup mudah bagiku merasuki jiwamu.
Hidupku adalah matahari yang ingin terbenam bersamamu sebagai cahaya yang melahirkan bintang.
Selamat datang dalam diriku!
Tenggelamkan saja dirimu padaku, semua akan baik-baik saja.