Seseorang Part 1

Kadang muncul sebuah pertanyaan secara tiba-tiba di dalam kepalaku, ‘Kenapa harus dia? Kenapa harus dia? Kenapa harus dia?’. Pertayaan ini berputar-putar di dalam kepalaku berulang kali. Lalu lenyap begitu saja, lalu muncul kembali begitu saja. Pertanyaanku hanya satu, tetapi terlalu besar. Setiap kali aku mencoba mengingat kejadian-kejadian yang bersangkutan dengan dia, aku merasa semua serba tidak masuk akal. Rasanya aneh. Aku belum tau secara pasti perasaan aneh ini hadir karena aku yang belum bisa menerima kenyataan atau kenyataan yang terlalu mengagetkan aku.

Kebanyakan orang mengatakannya sebagai takdir. Segala sesuatu yang sudah digariskan dengan atau tanpa usaha. Continue reading

Dialog

Sore ini adalah sore tanpa alas kehangatan. Gadis itu duduk terdiam menatap jendela. Senja sore ini adalah senja yang tidak patut untuk ditinggalkan. Udara lembab dengan warna langit yang mengisyaratkan turunnya bidadari senjakala. Gadis itu terus terdiam dalam lamunan tanpa batas. Tidak ada batas, seperti langit jingga yang saat ini dipandangnya. Gadis itu mencoba menghadirkan kedamaian di dalam hatinya yang sedang rusuh.

Dirinya begitu khitmat terbawa suasana yang membawa lamunannya terbang jauh. Tidak ada yang berani mengusik ketentramannya. Continue reading